Profil Didi Kempot - Mulai dari Nama Asli, Agama, Perjalanan Karier, Hingga Arti Julukan 'Kempot' Kabar duka datang dari dunia musik Indonesia.
Profil Didi Kempot - Mulai dari Nama Asli, Agama, Perjalanan Karier, Hingga Arti Julukan 'Kempot'
Penyanyi campursari, Didi Kempot meninggal dunia pada Selasa, 5 Mei 2020 di Rumah Sakit Kasih Ibu, Solo.
Meninggalnya Didi Kempot yang secara mendadak begitu mengejutkan publik.
Pasalnya pelantun tembang 'Pamer Bojo' itu sebelumnya tidak mengeluhkan sakit.
Bahkan Didi Kempot sempat melakukan konser amal secara online untuk membantu berdonasi melawan Covid-19.
Selain itu, almarhum juga sempat membuat video klip untuk single barunya berjudul 'Ojo Mudik'
Didi Kempot meninggal dunia
Kabar meninggalnya Didi Kempot ini turut diberitakan media asing, mulai dari media internasional di Inggris hingga media lokal di Suriname.
Namun, di tengah kabar mengenai kehebatan sang Godfather of The Broken Heart ini, muncul juga beberapa rumor kurang sedap. Salah satunya mengenai isu agama almarhum dan nama Dionisius Prasetyo.
Guna membersihkan nama baik Didi Kempot, salah satu sahabat terdekatnya, Blontank Poer, angkat bicara.
Untuk lebih jelasnya, silakan simak profil Didi Kempot mulai dari biodata diri hingga perjalanan kariernya berikut ini:
1. Biodata Diri
Sahabat Didi Kempot itu menegaskan bahwa almarhum adalah seorang muslim.
Ia juga membagikan video yang prosesi pembacaan doa tahlil di depan pusara mendiang Didi Kempot.
"Sungguh menyedihkan dapat telepon banyak orang menanyakan agama almarhum.
jahil amat orang mengulik keyakinan seseorang. wong mendoakan kebaikan bagi orang tidak beragama sekalipun tidak dilarang, kok," sambungnya.
Blontank menyayangkan, kenapa masih saja banyak orang mengulik keyakinan seseorang bahkan terhadap orang yang telah meninggal.
"Saya sungguh tidak paham dengan cara beragama orang-orang yang sok alim itu, bahkan menyebar jenazah Mas Didi pakai jas," imbuh Blontank Poer.
Tak sampai di situ, Blontank juga mengunggah foto KTP Didi Kempot untuk meyakinkan warganet.
Pada KTP yang diunggahnya, tertulis nama Didik Prasetyo dan jelas agama yang ia peluk adalah Islam.
"Semoga orang-orang seperti itu segera mendapat hidayah, sehingga hidupnya manfaat bagi orang banyak. belum tentu mereka lebih baik amalnya dibanding almarhum. Maaf, agak ngegas!" tutupnya.
Hal senada juga diungkapkan oleh ketua RT, Ari Wibowo.
Ia mengatakan baru tahu soal nama Dionisius dari karangan bunga yang ada di rumah duka.
Bowo mengatakan, Didi Kempot sudah sejak lama mendiami kediamannya yang hanya berjarak ratusan meter dengan kediaman Presiden Jokowi di Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Surakarta.
"Beliau di sini sejak saya masih belum Ketua RT, kira-kira 10 tahun lebih," terangnya.
Saat pertama kali datang, kata Bowo, nama yang tertulis di KK adalah Didi Prasetyo, agamanya pun Islam.
2. Merintis Karir
Didi Kempot bukanlah penyanyi yang langsung muncul sebagai artis rekaman terkenal.
Dirinya mengawali perjuangan sebagai musisi jalanan atau pengamen.
Sekitar tahun 1984, Didi mulai menekuni profesi tersebut di Solo.
Bermodalkan ukulele dan kendhang, ia mengamen di kota kelahirannya Surakarta, Jawa Tengah, selama tiga tahun.
Pada tahun 1987, Didi Kempot dan teman-temannya mencoba peruntungan dengan pergi ke Jakarta.
Bernama Asli Dionisius Prasetyo, Ini Asal Usul Nama Didi Kempot & Kisahnya Ciptakan 800 Lagu Lebih
Pada zaman tersebut, para musisi jalanan berlomba-lomba untuk masuk dapur rekaman dengan cara merekam lagu sendiri lalu menawarkan langsung ke produser.
Jika memang berbakat, para produser biasanya tak ragu untuk mengajak musisi jalanan rekaman dan berkarier di industri musik.
Setelah beberapa kali gagal, akhirnya Didi Kempot dan teman-temannya berhasil menarik perhatian label Musica Studio's.
Tepat di tahun 1989, Didi Kempot mulai meluncurkan album pertamanya.
Salah satu lagu andalan di album tersebut adalah "Cidro".
Hingga kini lagu tersebut masih sering diputar dan dinikmati kalangan muda hingga tua.
3. Pendidikan
Didi juga diketahui tidak menamatkan bangku sekolahnya.
Saat masih duduk di tingkat SMA, Didi memutuskan untuk tak melanjutkannya.
Usut punya usut, dia terpengaruh dengan perkataan sang ayah yang menyebutkan bahwa menjadi seniman itu tidak perlu sekolah tinggi karena yang terpenting adalah praktek.
4. Kisah di Balik Tembang Stasiun Balapan
Lagu ciptaan Didi Kempot banyak yang meledak di pasaran.
Lagu lawasnya juga masih ngehits hingga kini.
Lagu lawasnya juga masih ngehits hingga kini.
Single Stasiun Balapan salah satunya.
Stasiun Balapan merupakan salah satu lagu paling populer milik Didi Kempot.
Di awal karirnya, nama Didi Kempot semakin dikenal masyarakat berkat lagu tersebut.
Ia merekam lagu tersebut pada 1998, kemudian albumnya berhasil diluncurkan satu tahun setelahnya.
Bahkan, berkat lagu tersebut dirinya dinobatkan sebagai Duta Kereta Api.
Tembang Stasiun Balapan menceritakan sebuah stasiun di Solo.
Lagu tersebut Didi Kempot ciptakan saat dia masih mengamen di sana.
Didi terinspirasi dari para penumpang di stasiun tersebut.
Dirinya pun berhasil membuat lirik dengan beberapa sindiran pada para penumpang kereta di Stasiun Balapan.
Didi Kempot (Instagram @didikempot_official)
5. Arti Nama Kempot
Terlahir dengan nama Didi Prasetyo, banyak orang awam yang bertanya-tanya tentang nama Kempot di belakangnya.
Setelah ditelusuri, Kempot adalah singkatan dari Kelompok Penyanyi Trotoar.
Didi Kempot mengaku bahwa dirinya merupakan pengamen yang eksis di jalanan Yogyakarta pada tahun 1984 – 1989.
Melalui sebuah video milik YouTuber Gofar Hilman yang diputar di kanal YouTube acara Rosi itu, terungkap bahwa Kempot merupakan sebuah akronim.
"Jadi kata Kempot itu singkatan ya mas?" tanya Gofar dalam video itu.
Ternyata Kempot merupakan akronim dari Kelompok Penyanyi Trotoar.
"Iya betul, Kelompok Penyanyi Trotoar disingkat Kempot," ucap Didi menjawab Gofar.
SELAMAT JALAN THE GODFATHER OF BROKEN HEART




Komentar
Posting Komentar